Space Tersedia (Cantact Me)

Potret dan Kisah #2

Aku hanya bisa tersenyum dan berterima kasih untuknya, beliau yang seorang ibu telah menyimpan sesuatu yg sebenarnya bisa saja ia buang dari dulu. Aku memang belum sempat mengenalnya. Hanya beberapa kali saat beliau hendak membeli rumah ini dahulu, dan bahkan aku hampir tidak ingat. Aku hanya bisa mengingat dan melihat dengan perasaan betapa baik hati seorang ibu ini yg terduduk bersama senyum kasih bersama anak-anaknya.

"... Ibu, terima kasih banyak, karna kebaikan ibu telah menyimpan dan memberikan kembali kenangan saya. Saya mungkin akan kembali kesini untuk mengunjungi ibu dan keluarga ibu. Sekali lagi terima kasih banyak"

Aku bergegas, sepertinya sudah terlalu sore untuk berjalan melewati jalanan yg gelap. Ya tuhan, aku bahkan lupa menanyakan nama beliau. Aku terlalu terburu-buru hingga lupa hal sekecil itu. Ada sedikit rasa takut dalam hati kecil saat berjalan melewati tempat yg sebelumnya aku lalui namun dalam waktu yg berbeda. Kini hari semakin gelap, bias cahaya dari sela-sela pohonpun hampir tidak lagi kulihat. Aku berjalan dengan hati-hati. Ada perasaan bahagia, sedih, saat aku melewati bagian belakang dari rumah ini lagi.

Quote :
"Kita akan merasakan kehilangan saat hati itu telah mengetahui perasaan yg sesungguhnya dari sebuah perpisahan"

Para tukang kayu mungkin sudah pulang, hanya ada dua kakek yang berjalan yang searah denganku sambil menyalakan penerangan api alternatif dari sumbu serat kayu pinus dan minyak kayu pinus. Baunya bisa kucium dengan jelas, menurutku ini wangi khas dari minyak kayu pinus yg di bakar, wangi yang tidak biasa ku cium di padatnya perkotaan. Yang satunya memanggul ranting kayu yg lumayan cukup banyak, yang telah diikatnya dengan tali dari pelepah pepohonan. Aku berjalan lebih cepat agar aku bisa bersama dua kake itu.

"Kunaon jang lulumpatan..!!"
"Enya kade tisoledat, leu'eur kade jang.."
"Duh, abi teu nanaon ki.. Mung sieun papah nyalira.. Aki bada kamarana ieu..??"
"Bade katonggoh jang.."
"Bareng teu sawios-wios.. Meh abdi aya batur.."
"Teu sawios-wios atuh, hayu bareng.. Bade kamana kitu?"
"Ka tonggoh oge ki, warung anu di tonggoh itu"
"Sok atuh ku aki jajap nya"
"..linggih teh timana? Atos ti mana?"
"..."

Mungkin kedua kake tadi sedikit kaget dan aneh denganku saat berjalan cepat menghampiri mereka. Tapi syukurlah, setidaknya aku ada teman mengobrol. Mereka bukan hanya menemaniku berjalan kaki namun bahkan hendak mengantarku hingga ke warung di atas sana, dimana aku menyimpan sepeda motorku. Sungguh santun dan berbeda dengan orang-orang yg hidup di lingkunganku hidup.
Raut muka lelah, namun bisa kulihat suatu ketulusan untuk apa yg mereka jalani. Bekerja, lalu kembali dengan senyum penuh keikhlasan untuk keluarganya. Itu hanya pemikiranku yang sudah terlalu penat dengan aktivitasku selama ini.

Hari semakin senja, tak ada lagi cahaya, hanya ada sedikit cahaya bulan dan penerangan dari lampu-lampu pinus. Udara sejuk yg menjadi dingin, suara suara serangga dari rimbunya pepohonan. Betapa tuhan telah menciptakan semua ini dengan sangat sempurna. Nyanyian alam, suasana indah, pemandangan yg hanya bisa kurasakan dengan perasaan kagum untuk semua ciptaanya. Arahku kini hanya mereka berdua hingga ke atas sana, karna yg bisa kulihat hanyalah aku yang tak mengetahui apa-apa, walaupun tadi aku berjalan di tempat ini dengan arah yg berbeda.

Quote :
"Saat duniamu terang, kamu bisalah menjadi orang pandai yang bisa mengetahui. Namun saat duniamu senja, kamu hanya bisa menerka apa yg pernah kamu lewati hingga perlu beberapa kali sampai menjadi dirimu yg sudah terbiasa"

Aku kira ini akan sedikit lama dan jauh, aku yg tadi siang memanjat pagar, sekarang aku berjalan memutar ke arah barat dari sini bersama kedua kake ini. Ya akupun tidak bisa memaksakan mereka untuk ikut memanjat, Padahal aku sudah bisa melihat lampu terang sinar petromax dari warung itu.

"Nah, ujang tinggal papah tidieumah ka kulon, dan tos cakeut.. Abi bade tipayun uih ka kaler.. "
"Muhun ki, hatur nuhun pisan..."
"Sawangsulna, ati-ati jang.."
"..."

Adakalanya aku bisa melihat dengan indahnya potret kehidupan dari bingkai ini tanpa harus menyimpanya dalam sebuah media. Inilah sebuah momen indah yg bisa ku ambil gambarnya dari dalam hati. kedua kake itu berjalan menjauh, hingga hanya bisa kulihat siluet dari keduanya berjalan. dan di arah pandanganku bisa kulihat rumah itu dan keduanya. Ini benar-benar sangat indah.

Dan kini aku harus kembali dari keindahan ini. Tak banyak bisa kutemukan hal-hal seperti ini di sana. Tapi aku akan selalu bisa merasakanya di dalam hati.

"Andra Permana Halim"
Sent from Andrastorm Lab

Baca [...]

Potret dan Kisah

Gemuruh ramainya suasana kota bandung membangunku dari istirahat tidurku yang hanya beberapa jam dari aktivitasku pagi tadi (18 feb 2014). Berkali-kali ku balikan badanku di atas tempat tidur karna rasa pegal dan pusing. Dalam ruang yang sempit ini kupandangi poster bergambar kehancuran kota (Reign Of Fire) yang masih tertempel dan berdebu. Tiang-tiang penyangga dan atap yang telah usang.

"...Andra, kerja jam berapa? Bangun, makan bareng bapa sini..." Ucap ibuku dari bawah sana.
"Aku libur kerja bu..."

Aku masih saja terbaring di atas tempat tidur sambil membuka satu persatu pesan, notifikasi, dan beberapa panggilan tidak terjawab di keempat handphone'ku. Dan sepertinya aku sangat malas untuk membalas semua pesan hari ini. Aku lihat, sudah jam 10:41 pagi menjelang siang. Entah hari libur kerjaku ini akan aku gunakan untuk apa, karna tidak ada satupun kegiatan dan acara di hari ini.
Ya tuhan, kepalaku sakit benar. Mimpi apa aku tadi pagi hingga pusing dan sakitnya masih terasa saat aku bangun.

Aku duduk sambil minum air putih dan menyalakan sebatang rokok. Kebiasaanku setiap kali bangun tidur... Aku mengambil handuk untuk mandi, dan sepertinya ini hal pertama yang aku kerjakan untuk mengawali hari ini.

"Andra mau kemana ?"
"Jalan-jalan bu, off day aku bosen dirumah"
"Jalan-jalan kemana, sama siapa?"
"Sendirian bu, pokonya aku mau refresing.."
"..."

*(Jam 12:41)
Pandanganku terhenti di sebuah bangunan di tengah padang rumput yang tidak jauh dari tempatku memarkir sepeda motor di depan sebuah warung kecil.

"Bu, beli roko sebungkus sama air mineralnya satu botol. Oh iya bu saya boleh menitip motor sebentar disini..!!"
"Boleh cep, dikunci ganda ya cep motornya.."
"Makasih ya bu, saya nggak lama ko, jadi berapa bu saya harus bayar ?"
"..."

Aku berjalan melewati semak-semak dan menaiki pagar pembatas. Sesekali aku menyapa beberapa tukang kayu yang sedang bekerja membuat pahatan kayu. "Mau kemana cep, hati-hati banyak ular..!!" Ucap seorang pemuda lusuh yg sedang mencuci kuas cat.

Ya tuhan, ternyata masih ada tempat seindah ini di antara penatnya keramaian kota. Pohon-pohon besar, daun-daun gugur yang berserakan, udara segar. Aku sangat senang saat memandang langit di antara dedaunan. Bias cahaya matahari yang menembus dedaunan itu seperti lapisan-lapisan warna keemasan yg berkilau indah saat ku pandang menembus celah dedaunan.

Tak jauh lagi, aku hampir sampai di bangunan tua yang kulihat dari kejauhan tadi. Aku merasakan jalan yg semakin licin dan basah, udaranya pun semakin terasa lebih dingin saat aku sampai di depan bangunan tua ini. Sepertinya ini adalah sebuah rumah usang yg lama di tinggalkan pemiliknya. Namun rumah ini sepertinya cukup terawat kulihat dari belakang. Guguran daunnya tersapu bersih.
Aku duduk di atas sebuah batu besar di belakang halaman rumah ini. Rumput yg terawat, bunga-bunga yang dalam beberapa pot tergantung dari atas atap rumah, kolam ikan dengan patung yang tidak terisi air dan kering.

Apa yang sedang aku fikirkan dalam kepala ini, aku merasa pernah ada di tempat ini. Di atas meja itu aku membayangkan meloncat kebawah lalu berlari mengambil bola yang ada di depan pagar rumah.
Kunyalakan sebatang rokok, dan lalu aku berjalan ke arah depan rumah tua ini. Lebih mirip seperti sebuah bengawan dengan penataan yg rapih dan memiliki sentuhan seni tinggi. Beberapa patung masih berdiri berselang dengan tunas pohon pinus di sepanjang jalan menuju depan rumah ini. Kulihat beberapa orang berjalan berpapasan membawa pancingan dan sedikit ikan kecil dalam wadah jaring kecilnya. Saat berpapasan aku hanya bisa tersenyum untuk menyapa mereka.

Aku duduk di sebuah kursi batu tepat di depan pagar halaman depan rumah ini sambil meminum air yg tadi ku beli di warung. Aku memandang luas ke arah sana, ada sebuah sungai kecil dan kulihat dari tempat yg jauh disana ada 2 orang bapak tua sedang memancing ikan. Ake berjalan ke arah sungai lalu aku duduk di pinggiran sungai tepat di bawah curug kecil yg airnya mengalir dari sawah-sawah. Kurasakan percikan air yang turun ke batu membasahi wajahku. Suara air yang mendamaikan hati, udara, suasana hening, sinar matahari yang sedikit karna terhalang oleh pepohonan. Sadar akan diri yang merasa tak lagi mempunyai cinta dalam hati ini, aku memandang tetesan air yang jatuh dengan hati yang sendu. Entah telah berapa lama tak kurasakan lagi tersenyum bahagia saat memandang mata dan senyuman indah dari cinta yang bisa aku sayangi tengan tulus. Aku sadar aku kini tidak memilikinya. Angin bertiup pelan membelai hati yang seolah tau betapa dinginya hidupku tanpa arah yang jelas untuk berharap memiliki cinta. Riuh dedaunan yang bergesekan dengan dedaunan lainya seakan berbisik pelan betapa suara itu sangat kurasakan untuk berkata dan berbicara tentang cinta. Aku tersenyum, mengapa selalu kata cinta itu yang selalu terfikirkan walau kutahu aku tidak memilikinya. Penyesalan hanya ungkapan dari jalan yang telah terlalui dengan penyangkalan. Aku telah salah menaruh cintaku ini dalam ruang hatinya yang tidak bisa membalas. Hatinya tidaklah terisi dan hatinya tidak pernah untuku. Beberapa tahun ini aku tidak pernah menyerah. Hanyalah hati yang memiliki cinta itu sendiri yang dapat merasakan betapa tuhan telah membesarkan hati ini untuk lebih berlapang menerima jalanya. Aku masih bisa bersyukur, aku masih bisa berdoa dan berharap. Aku...

"Cep, atos sore.. Atos bade asar... Tipayun cep..." Ucap bapak tua bersama istrinya membawa ranting-ranting pohon sambil menepuk pundaku.

Hari udah mulai sore ternyata, aku berjalan kembali untuk mengambil air minumku di atas kursi batu depan rumah tua tadi. Kini aku melihat seorang ibu dan 3 orang anaknya duduk di depan rumah tua itu sambil melambaikan tanganya ke arahku. Tapi aku berfikir bukan aku yg dia panggil. Aku berjalan sambil menundukan kepalaku, lalu aku mengambil air minumku dan menyalakan lagi sebatang rokok sambil bergegas untuk pulang.

"Cep kadieu..." Ibu itu melambaikan tanganya.
"Aa, di panggil mamah.." Seorang anaknya menghampiriku.

Aku berjalan ke rumah tua ini, aku tersenym saat ibu itu ada di hadapanku. Seperti tak asing aku melihatnya.

"Cep, sini... Sudah besar ya, ibu mah moal salah .. sok calik heula."

Lalu kulihat seorang anak perempuanya yg paling besar berlari kedalam.

"Ibu moal salah, tapi ieu oge upami teu lepat nya.. "

Dalam pemikiran yg bingung aku hanya bisa tersenyum dan tidak satu katapun yang aku ucapkan. Kulihat anak perempuan yang paling besarnya keluar lagi dan memberikan sebuah boneka panda dan satu lagi sebuah buku tebal.

"Cep, ieu... Panginten tinggaleun baheula teh. Tapi ku ibu di rawatan weh, sok di tingal sareng di inget deui.. Pasti moal apal da ka ibumah"

Ibu itu memberikan buku besar tebal itu kepadaku. Da aku sedikit ingat, aku hanya bisa mengenali foto-fotoku ini bersama keluargaku. Ternyata ini adalah sebuah album fotoku di masa kecil bersama keluargaku. Lalu aku meminta boneka panda kepada ibu itu. Ibu dan tanteku membeli 2 boneka panda yg sama, satu untuku dan satu untuk kakaku (ka dewi) yang telah meninggal saat aku masih berumur 3 tahun.

Rumah tua ini adalah rumahku 21 tahun yang lalu. Aku memang sengaja pergi ke tempat ini setelah melihat satu foto di rumahku.

Semua kenangan tetap tersimpan dan bisa di ingat kembali namun kenangan itu tidak akan pernah bisa di rasakan kembali. Cinta yang telah usang hanya akan menjadi sebuah kisah. Masa depan dan kebahagiaan kelak tergantung apa yg kita ukir dalam hidup dan hati kita sendiri yang kelak itu adalah sebuah kisah dan cerita yang akan bisa kita kenang.

(Andra Permana Halim)
Baca [...]

Gejelocius Day

Telat udah jadi kebiasaan sehari-hari gue. Faktor anak muda yang ngabisin waktunya di malam hari dan lalu esoknya susah buat bangun pagi karna waktu tidur kepake buat maen game atau keluyuran. Sudah biasa itu.

Tapi secara profesional gue sangat-sangat kecewa dengan diri gue sendiri. Telat datang gawe itu suatu pelanggaran dan kebiasaan yang sangat buruk. don't worry, hampir tiap hari gue kerja lembur buat ganti jam kesiangan gue tanpa sedikitpun salari tambahan. Okeh gue ikhlas. "Ya emang mesti ikhlas, lah salah elu sendiri.." Kata-kata yg pasti dateng dari mulut-mulut orang yang tau kalo gue pelaku yg melanggar peraturan. Hehehe, sorry guys.. Makanya kalo bisa tolongin gue. Dengan cara apapun termasuk ngasih gue obat tidur di malam hari. Atau bahkan ngiket gue di atas kasur di malam hari, tapi kurang enak ya !! Pasti fikiran kalian mikir yang enggak-enggak lagi.

Hari ini, gue bold deh kata "hari ini". Gue... Hadeuh, iya gue rasanya ko kayak ilang otak gue sebelah. Pernah gak ngerasain rasanya saat bangun tidur ?? Kalo dalam bahasa latin'nya itu "lulungu keneh", gue dapet kata itu dari kamusnya mang usep tetangga gue. Tau kan rasanya saat bangun tidur, entah dari sekian banyak nyawa yg kalian punya saat bangun tidur itu ada yg masih mancing di empang pak camat, ketemu dian sastro episode ngimpi ketinggian, atau mungkin masih pada maen petak umpet. "Yaaaa !!!" Itulah yang gue rasain di hari ini. cuman bedanya gue. Ngerasain hal ini seharian. Gue mandi ko di pagi hari sebelum kerja, nyampe kantor gue cuci muka lagi malah 2 kali, ngabisin 3 cangkir coffee latte, dan 1 liter aer putih. Apa mungkin ini efek dari bakso malang yang gue makan tadi siang !!

*{"Orang sebelah gue nge'dehem, bikin konsentrasi nulis gue buyar."}

Okeh lanjutin aja ya. Hari ampir mau menjelang malam. jadwal kuliah gue itu jam 5 sore, nah jam 5:30 gue masih di kantor. Gue mesti nunggu sepeda motor gue yang di pinjem sama temen kerja gue. Muka cool gue yang kecampur muka dodol semakin terlihat bodoh. Sms aja gitu ya, lama banget.

"Akhirnya datang jugaaaaaa"
Mirip seperti acara di tv ya !!. Tanpa nunggu lama, gue langsung cabut ke kampus, tapi perasaan gue udah aneh, hujan gerimis jowwww... Tapi tancap terus gas, udah telat banget ini. Jadwal tak sesuai perkiraan, nyampe kampus dan gue gak bisa masuk kelas. "Bingung sambil godain tukang batagor"...

"Mang bisa toh kasmito awa satu mangkok !!!" (Kasmito berasal dari kata kasbon yang sudah di adaptasi di negara api bagian cileunyi kidul)
"Duh teu bisa jang, kecuali ujang menta heula ka leasing..."
"Ka adirrra maksudna?? Euuuhhh banyak gaya situ mang... Hayang di oyag-oyag rodana ku sayah mang...!!"
"Ulah atuh kang, satengah piring bae jang nya..."
"Nya sok mang, tapi make sangu meh wareg atau eta lontongan okehhh... Tuh kan si emang beuki kasep.." (Muka ngerayu)
"Kumaha sia weh kampret...(Sepertinya itu perkataan si mang batagor di dalam hati)

Sepertinya gue salah satu mahasiswa paling geje di kampus ini. Bila mahasiswa dan mahasiswi lain berkumpul bareng temenya ngebahas mata kuliah, gue duduk cingogo di depan tata usaha autis maen hape sambil ngebalesin sms para pelanggan yang mesen balsem ke gue. Sampingan bro, lumayan buat naek haji.

Dan akhirnya gue mutusin buat pulang ke rumah, rebahan di kasur sambil online. Lagi-lagi jadwal gak sesuai rencana. Ujan malah turun deras pas gue lagi di jalan, gue liat ada titik terang tuh di depan, belok dan berteduhlah gue di depan minimarket. Dan sepertinya gue pelopor dari sekian banyak orang yang ikut neduh yang ngabisin lahan parkir di mini market ini. Tapi rejeki juga toh buat kakek-kakek hidung belang yang jagain lahan parkir ini minimarket.

Udah hampir satu jam lebih gue neduh disini, ujan malah makin gede. Kayaknya gengsi banget kalo gue gak belanja. Akhirnya gue harus merelakan lembaran 20rebu gue yang terakhir buat di beliin satu kaleng bir.

Ini tempat udah kayak kumpulan orang-orang genit yang haus akan cinta. Nggak cewek nggak cowok ko kayaknya gue liat pada genit-genit banget. Seorang pekerja minimarket cewek membisikan sesuatu sama si kakek penjaga parkir. "Mang, mintain nomor telpon cowok yang lagi duduk di atas galon dong !!" (Cowok itu bukan gue okeh). Dan perkenalan pekerja cantik dengan cowok mujur'pun berlangsung. Sambil gue liat si kakek hidung belang godain orang pacaran, cewek yang parkir motornya sebelah gue sepertinya termotivasi dari cewek yg mintain nomor telepon cowok mujur tadi. Dia ngeliatin gue sambil senyam-senyum gak jelas. Sampe akhirnya dia colek lutut gue yg dalam posisi lagi duduk di atas motor.

"A ko sendirian aja..." Ucap cewek itu sambil memainkan rambutnya.
"Iya hehehe.." (Ciri khas cowok tengil)
"Emang gak malem mingguan ya a..??"
"Kagak, lah kan lagi ujan.."
"Berarti mau mau malem mingguan ya kalo gak ujan..??" Gue liat ni cewe makin keliatan centil aja.
"Ya, bisa jadi bisa jadi.."
"Ih aa becanda aja.., aa aku boleh gak minjem pin bb aa..!!! Disini kan ujan, kayaknya kalo ngobrol via bbm di rumah kan lebih asik a..." (Dengan muka malu-malu kucing garong) kayaknya ini cewe korban acara gombal di tv.

Perkenalan dalam situasi kayak begini nih yang bikin konsentrasi buyar, Membrudal, ngaburial dan meloplop. (Bahasa dari negara api, gue dapet dari kang e'eng si pengendali udara). Pernah nonton kan the lagend of kang e'eng di tv!!. Lanjut.. Disinilah kesetiaan seorang lelaki di uji. Pemikiran antara kasih-enggak-kasih-enggak pun di komporin sama 4000 kapasitas stadion yang isinya syetan semua.

"Boleh-boleh aja ko, tapi kalo nunggak ntar gue datengin ya ke rumah..." (Gaya cowok tengil)

Sebenernya itu dengan berat hati (alesan biar pacar gue gak marah). Nantinya kan bisa jadi client bisnis gitu atau mungkin sahabat (jelas banget ya bokisnya).

Kalau gue tulis semua pembicaraan gue sama ni cewek, sepertinya bakal ngabisin 4 lembar kertas a4 dengan margin mepet ampe ke ujung.

Senyum-senyum kentut aja sih, gue mah setia banget sama pacar gue, hehehe (takutnya dia baca tulisan gue ini) hahhahaha..

Udah 2 jam gue disini, bentar lagi gue harus jemput pacar gue pulang gawe. Gue liat ujan juga masih gede. Kalo gue fikir-fikir, gue ini kayak lagi terjebak di situasi paling gak jelas di hari ini, judulnya "gejelous of the day".

Satu persatu orang nekad ujan-ujanan dan ninggalin TKP. Dan akhirnya gue kena juga di ceramahin sama mulut embr si tua bangka penjaga lahan parkir, karna mungkin dia udah gak ada temen ngebacot. Dengan niat yang fokus ngejar waktu buat pulang dulu ke rumah nge'repair muka gue yg belom di setrika. Kalau bahasa kerennya : "memulihkan ketampanan. {By : Agih Marlo}. Kan tengsing juga jemput pacar kalo ni muka sama badan berantakan, bahaya kalau di sangkain abudemen ojek.
Okeh, walau hujan masih cukup kecil di temani jutaan temenya yg gak cape jatohin diri dari langit akhirnya gue nekat ujan-ujanan tanpa jas hujan. Ayo kuda biruku, kita melesat sekencang kencangnya (40km/jam atau sama dengan daya kayuh tukang beca menaiki tanjakan). Faktor parno akan jalanan basah yg licin membuat gue harus menyabarkan diri buat merayap pelan menuju rumah. "Yang sabar ya andra, biar culun yg penting selamat sampe tujuan".

Nyampe rumah !!! Gak segitu buru-burunya sih, gue rebahan deh di kasur kesayangan sambil dengerin musik. Berharap gak ketiduran, kalau ampe ketiduran bisa di bully ama cewe gue besok.

Tapi yang pasti, banyak pelajaran yg gue dapet dari hari ini. Yang pertama : jangan salah pilih tempat buat neduh. Yang kedua : jangan sembarangan ngasih pin bb sama cewe. (Akibatnya bb gue krang-kring kayak customer service. Kalo doi tau bisa di sate gue). Dan yang ketiga dan terakhir : jangan ampe telat bangun kalau kagak mau hari lu geje kayak gue. Soalnya nih, orang telat bangun yang dateng kesiangan ke tempat gawe itu bawaanya emosi sama gak enak hati. Jadi DWYOR (do with your own risk) lah guys. Yang artinya Resiko di tanggung penumpang.

See u next post, bye bye :)

Baca [...]

Mantan itu Seperti !!!

Gue selalu berfikir betapa jahatnya sosok seorang mantan. Terlebih bila gue dalam posisi masih sayang banget sama si mantan. Mantan (cewe) itu bisa ngehancurin hati seorang cowo cuman dalam hitungan detik. Oke gue kasih contoh.

Sang cowo menyapa mantanya lewat bbm, whatsapp, facebook, twitter, sms, atau telepon. Tapi 90% gue yakin jarang yang berani nelfon langsung.

Cowo : "hai xxx... Apa kabar..!!!"

Sebenernya ini adalah kata-kata andalan yang gue nilai super basi. Tapi itu adalah hasil pemikiran yang memerlukan sang cowo menghela nafas sebanyak 100 kali lebih.dan Butuh waktu minimal 1 jam lebih bahkan berhari-hari untuk menunggu balasan dari sang mantan. Dan ini adalah trik seorang cewe untuk memposisikan dirinya sebagai orang yang sangat di perlukan dan gak gampangan. Dan sekalipun sang cewe membalas, dia tidak memerlukan pemikiran yang panjang. Dengan hati yang dingin. Sang cewe membalas :

Cewe : "hmmm..."

Hanya itulah yang dia balas. Singkat jelas dan menyakitkan. Tapi itu belum seberapa. Sang cewe bisa saja membalas dengan kata-kata yang lebih panjang seperti :

Cewe : "aqu baik,.. Tapi maaf ya jangan ganggu aku lagi... Makasih"

Dan dalam posisi ini biasanya sang cowo memutar-mutar hapenya dengan jari sambil menundukan kelapa. Lalu dia berdiri dan mengobrol dengan teman di sekitarnya sambil tertawa. Hal ini adalah bentuk sikap agar sang cowo tidak terlihat sakit hati di mata teman-temanya. Padahal dalam tawanya itu, entah berapa butiran debu cinta yang hancur di dalam jiwanya. Sountrack yang pas saat itu gue kira lagu yang lyric'nya :

"Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan cinta dalam
Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang
Aku tanpamu BUTIRAN DEBU.."

Dalam kasus ini 2 dari 10 cowok biasanya ujan-ujanan seperti dalam sinetron sambil mengenang kisah bersama sang mantan. Tapi gue kira 2 cowok ini jelas-jelas PA dan bloon.

Gue juga mau ngasih tau beberapa fakta seputar kekejaman mantan cewe-cewe versi jaman edan (2013).

"Sang mantan (cewe) bakal menegaskan dengan sejelas-jelasnya kepada sang cowo kalau dia udah punya pacar lagi yang jauh lebih baik, lebih ganteng dan lebih kaya dari sang cowo."

(Dalam fakta ini gue bisa tertawa senang asli, oke mungkin you know lah... Gak mesti gue jelasin).

"Paska putus ama sang cowo, biasanya si cewe nambah cantik nih. Ini di karnakan si cewe banyak instropeksi tentang dirinya untuk jauh lebih cantik dari sebelumnya. Dan hal ini bakal menyebabkan sang cowo nyesel udah mutusin dia dan kepengen balikan lagi apapun syaratnya, seperti meminum kopi campur baygon karna permintaan dari si sang cewe. Mampus lu boy..."

(Dalam fakta ini gue tetep tidak merasa sedih. Karna gue tinggal di kota bandung. And u know, cewe-cewe di kota bandung ini lebih cantik dan lebih banyak di banding kota yang laen. Dan nilai plusnya, anak skateboard itu lebih di sukai para cewe yang punya gaya hidup yang jelas... Hahaha)

"Seorang pacar yang manis bisa jadi dia akan menjadi killer dengan perkataanya setelah putus. Sang cewe akan lebih sinis kepada sang cowo. Ini adalah sebuah tanda agar sang cowo merasa tidak nyaman dan pergi jauh dari hidupnya. Itu sama saja dengan mengobrol dengan seorang singa yang siap untut menyayat-nyayat hati.. Oh damed, biasanya bir adalah jalan keluarnya seperti halnya temen gue... Hahhaha.."

Dan masih banyak lagi hal-hal menyakitkan yang di sebabkan karna sang mantan, cuman belom gue update.. Kalau kepengen lebih update mending kalian follow twitter gue aja @andrastorm, hehehe.

Gak semua yang gue bilang di atas bener, karna gue hanya seorang cowo yang pernah mengalami hal-hal serupa seperti halnya yang cowo-cowo laen pernah rasain. Tapi gue ini cowo, dalam kodratnya cowo itu di takdirkan lebih kuat dari seorang cewe. Masa sama mantan aja memble. Contoh dong temen gue si "Tomas" dia jadi semangat mengejar cita-citanya, dia jadi rajin kuliah, mengejar masa depan buat dirinya sendiri dan biar dunia tau kalo dia bisa jauh lebih baik karna hal itu. Dan itulah yang memotifasi dirinya. Gue salut sama dia walau kayaknya dalam 2 tahun belakangan ini galaunya masih keliatan. Hahah...

Dan gue mau tanya ama kalian para cowo-cowo, apa kalian seorang pria..?? Jawabanya buat diri kalian sendiri ya guys. Yang terpenting jangan lupa kalau semua itu udah ada yang ngatur, soal jodoh itu udah di atur sama tuhan. Jadi santei aja.. Yang penting usahanya aja di kembangin. Jangan katro juga lu, tampil cool dong depan cewe, biar yahut.

Okehhhh, see u next post guys... :)

Baca [...]