Space Tersedia (Cantact Me)

Rametuk itu apa...???

"Sori gue gak bakalan pernah pacaran Sama model ka"
Ucap gue dengan hati yang lantang dan yakin.
"Kenapa ndra...??"
"Ribet tau ka,"
"hehe.. Iya bener banget"

{ itulah penggalan chat gue sama kaka gue gie fabian, walau akhirnya gue menelan ludah sendiri karna berpacaran dengan seorang model}

Gue masih inget, gue kenal dia untuk pertama kalinya di instagram. Seperti biasa, ketika ada cewek bening dikit, entah dia foto model atau bukan gue selalu ninggalin comment di last postnya "hi, boleh gak photoshoot".., selalu dan selalu seperti itu kalau filling gue enak itu cewek pasti good kalau di foto. Ya namanya juga usaha cari talent, harus gesit bro... Ketimbang nunggu event atau sewa model bule yg tarifnya bisa jutaan rupiah , ya lebih baik dor to dor nyari bibit unggul :-D . Setelah ninggalin comment ya gue cuek bebek lagi. Mau di bales ya sukur, kalaupun nggak di bales ya masa bodo amet.
Dia bales comment dari gue dan ngasih respond yg bagus. Lalu kita tuker-tukeran kontak bbm and line. Mengobrol, tanya-tanya seputar dunia foto. Dia mungkin masih bisa di bilang baru di dunia foto model. Gue sih nggak peduli dia udah pro atau belom... Foto ya foto. Yg penting moto and seneng.
Lalu kita janjian buat jalan sekaligus foto-foto biasa di tengah kota. Mungkin ini semacam meetup dan lalu nyobain foto dan akhirnya selfy. Karna jujur gue perlu kenal dulu orang yg gue minta untuk jadi model foto gue dengan alasan yg kuat kalau gue gak mau model atau gue canggung saat foto nanti.

Gue jemput dia di pelosok kota bandung. Sumpah ya, dalam sejarah seorang andra, ini pertama kalinya gue mau jemput-jemput model ampe ke pelosok kayak gitu. Karna untuk pergi ke tempat yg jauh itupun gue paling malas. Gue lebih baik sitback dan menikmati perjalanan tanpa gue cape buat berkendara jauh. Tapi entah kenapa saat itu tumben gue mau jauh-jauhan jemput ni cewe.

Kesan pertama yg gue dapet adalah "ya tuhan jauhhhhh". Tapi semua penatnya hilang saat gue tatap luasnya persawahan yg hijau dan sunset yg menguning lalu gelap di halaman rumahnya. Gue pikir masih ada ternyata tempat kayak gini di kota bandung yg ampir jadi padang gersang karna terus menerus lahan hijaunya tergantikan oleh bangunan-bangunan para pengusaha.

"Tunggu sebentar ya ka, aku mau shalat magrib dulu"
Ucapnya sambil buru-buru.
Saat yg paling di harapkan untuk tidak turun hujan, apa mau di kata, hujan malah turun tanpa sempet bbm gue dulu sebelumnya.
"De, ujanya kayaknya gede... Ada cafe deket sini nggak? Gue mending nunggu ujan reda di cafe sambil ngopi and ngeroko."
"Ada ko, kaka mau tunggu disana, ntar aku nyusul kesana"

Mana gue tau ada cafe di sini. Clingak clinguk yg gue liat cuman ada tukang pecel lele, nasi goreng dan kantor yg telah tutup yang di plangnya tertulis "Tambal Ban - Tubles", entahlah itu perusahaan yg bergerak di bidang apa. Dan yg terakhir gue liat di sebrang sana satu pengusaha berpenghasilan 300ribu sehari yang kerjaanya membelok-belokan kendaraan sambil meniup sexofon berukuran 3cm "prittttt" dengan kostum power ranger orange. Walaupun memang ada cafe, mungkin agak jauh dan gue malas.
Akhirnya gue gak jadi ngopi and nungguin ujan reda di sebuah warung. Hingga 50 menit, lalu hujanpun reda.

"Mau sekarang ka?"
"Ayooooo..."

Kita berencana jalan ke sebuah cafe di kawasan kota bandung, karna sebelumnya gue emang udah booking tempat untuk kita makan minum and foto dikit dikit. Tapi tiba" rencana itu buyar saat ujan turun semakin besar.
Sampai akhirnya kita berteduh di sebuah alfamart di kawasan jalan buah batu.
Mengobrol, ngopi-ngopi sambil bercanda. Sepertinya gak ada rasa canggung untuk gadis cantik ini. Pembawaanya yg sederhana, cara bicaranya yg lucu... Bahasanya yg terlalu kekinian. Seperti kata "birma" yg dia ucapkan. Entahlah itu artinya apa. Dia hanya bisa bercanda dan menjelaskan kalau birma itu artinya "kaka ganteng" walaupun gue gak percaya. Dan asal tau aja, sampai akhirnya gue tau kalau birma itu artinya "biarin".
Hujan saat itu sangat deras, berharap cepet reda malah makin gede. Dan akhirnya pasrah.

Gue buka tas, ambil kamera dan taraaaa... Gue foto canda bareng ni mojang bandung. Enggak banget kali ya foto depan swalayan. Tapi dari pada enggak sama sekali karna rencana awal gue gagal. Saat gue upload nanti, gak bakalan ada org yang menyangka kalau itu foto gue ambil di depan swalayan. Dan emang benar... Nyaris seperti foto studio.

Karna hujan yg tak kunjung reda, dan waktupun udah terlalu malam untuk seorang perawan berkeliaran di malam hari, akhirnya gue mutusin untuk mengantarkanya lagi ke surga... Cieee
Gue anterin dia pulang dan gue pulang dengan file foto closeup yg lebih mirip foto ktp. Tapi not bad lah buat pertemua pertama. Gue bisa lebih tau karakter dia untuk next hunting foto yg lebih matang.

{ Tunggu lanjutan ceritanya di next post }
Baca [...]

Gerabah Masa Lalu

Hening, bak sebuah kantung hati yang tertutup rapat. Sepi dan hampir tak bisa kurasakan hangatnya kasih. Cahaya keemasan dari beberapa lampu jalanan yang berjajar kokoh menerangi sosok yang sendu. Bisa kurasakan sayup-sayup bisikan kota yang masih membaur bersama angin menemani langkahku.

"Ibu, maaf aku nggak pulang malam ini..."

Lalu aku tutup kembali messenger di ponselku dan memasukanya kembali kedalam kantung saku celanaku. Sesekali aku mengambil gambar itu yang aku bidik dari kameraku. Sesungguhnya itu adalah perasaanku yang terwujud kedalam sebuah gambar. Aku berjalan diatas trotoar menyusuri satu jalan di kota bandung.

Kedai-kedai makanan di pinggiran jalan ini masih seperti dulu. Para pengunjung kedai, para pekerja, pengamen, pengemis, penjaga lapak parkir bebas, semuanya tak pernah berubah. Mereka datang untuk satu keperluan dengan orang-orang yang membutuhkan mereka didalamnya dan juga mereka yang mencari recehan dari keduanya.

Aku duduk di depan sebuah kios rokok sambil kupandangi arah sebrang sana. Dimana seseorang tumbuh dalam kerasnya jalanan dan dunia malam. Alunan gitar dan lagu dari seorang pengamen kecil yang lusuh. Mataku selalu tertuju ke arah tiang lampu yang ada di sebrang sana, seolah aku sedang mengenang masa itu. Bayangan itu, seorang anak yang tetap bernyanyi sambil menahan rasa lapar, menahan rasa dingin. Seolah hal itu kulihat jelas dari sini.

Dia berlari dari satu kedai ke kedai lainya tanpa rasa lelah sepertinya, melantunkan alunan gitar dan nyanyian malamnya. Recehan demi recehan walau terkadang kulihat dia menunduk karna rasa iri dan malu kepada mereka yang tertawa dalam bahagia.

Dia terkulai lelah dan bersandar di tiang itu. Di peluknya gitar kecilnya sambil menundukan kepala. Dia terlihat sangat lelah dan sedih.
aku memanggilnya dan melambaikan tanganku ke arahnya berharap dia menolehkan kepalanya ke arahku.

"Hey, berdiri.. Kamu tidak selemah itu. Lihat ke arahku... lihat. Aku baik-baik saja dalam usia dewasaku, aku-kamu...lihatlah aku dapat tersenyum, Aku jauh lebih baik. Bangkit ayo bangkit..."

Aku menyadari, itu hanyalah bayangan dari masa laluku yag pahit. Seorang aku kecil yang tetap berjuang dalam pahit dan kerasnya kehidupan yang sungguh nyata. Aku yang dengan gitar kecilnya selalu bernyanyi menghibur mereka dengan nyanyian malam. Walaupun kadang rasa kesepian lebih sakit dari rasa laparku. Seorang aku yang menangis dalam nyanyianya berharap sebuah kasih sayang yang tak pernah termiliki.

Bagaikan sebuah Gerabah yang dapat menyimpan semua masa lalu, hingga suatu saat bisa kubuka kembali sebagai sebuah kenangan. Dan kenangan itu akan tetap tersimpan didalamnya, di dalam gerabah Hati yang tidak satu halpun bisa terbuang dari dalamnya. Kita tercipta hanya untuk menciptakan kenangan dan tidak untuk membuangnya. Tinggal bagaimana cara kita untuk menatanya hingga menjadi lebih baik.
Sent from Andrastorm Lab

Baca [...]

Rencana Camping 1 Tahun yang Lalu

Elu pernah tau nggak camping artinya apa? "Gue tau ndra artinya apa!!" Terus apaan?? "Camping itu artinya robek ndra, contohnya : kakek itu bajunya compang-camping" iyuuuuchhh seratus buat jawabanya, besok beliin otak ya.

Camping, kayaknya gue terakhir melakukan hal ini waktu gue masih smp. Waktu pelantikan OSIS (Organisasi Siswa/siswi Idiot Sekolah). Dan gue tergolong siswa smp idiot yang pergi camping dengan kostum nongkrong di mall. Helllooowww andra, u mau camping atau mau mejeng dengan kacamata spesialis hidung belang. Tapi namanya juga anak smp, salah kaprah dalam memahami situasi itu sangat lumrah. Gue pikir gue kesana dengan sebuah mobil yg nyaman, menikmati perjalanan sambil melihat pemandangan, dan lalu bersantai di sebuah tenda sambil menonton Dragonball Z. Tapi nyatanya, gue seperti sedang berada dalam perjalanan menuju rumah mertua dengan medan yg sangat imut-imut.. Amitttt.

Ini seperti event pengadaan satelit untuk indonesia yg rencananya memakan waktu bertahun-tahun, dan belum tentu Ter'realisasikan, kecuali versi film spongebob.
Kita (gue, angga, thomas) sebenernya udah ngerencanain untuk camping dari tahun 2012. Tapi di 2014, ini masih menjadi sebuah rencana yang belum juga di lakukan. Setiap kali membahas ini, yg menjadi topik serius dalam bahasan adalah "Camping kemana ya...???". Sebenernya gue udah ngasih solusi mudah dan aman, yaitu camping di taman lantai 3 rukonya si angga. Di atas sana kita bisa memasang tenda, bakar-bakar ayam (yg udah delivery) dan bermain bersama kelinci-kelinci imut tamanya si angga. Itu ide yang sangat unyu bukan?? Tapi katanya itu bukan camping namanya, melainkan botram atau bebekelan.

Rencana semakin matang (Rapat bersama angga, thomas, ardi, dea) at BoberCafe. Keseriusan bisa terlihat dari tomas dan ardi yg mulai searching tempat-tempat camping dengan medan tersulit dan menyeramkan, yg akhirnya malah searching gambar dan logo-logo gak jelas buat bahan website (melenceng). Tapi kenapa harus Menyeramkan? Selalu ada kaitanya dengan hantu. Buat kita, walau gue sedikit gak sependapat.. Hantu itu Gak seserem yg ada di tv. Kita lebih sering sengaja untuk menyatroni hantu secara langsung daripada ketemu tiba-tiba atau curi-curi pandang di balik pohon seperti film india. Dari searching yg akhirnya ngomongin hantu. Seolah kita lagi milih tempat yg dapet bonus hantu istimewa dan berbeda di setiap tempat. Misalnya saja di daerah lembang, kita mungkin bisa menjumpai siluman calo tiket ciater atau siluman tukang ngageberan sate kelinci. Di sumedang kita berjumpa dengan siluman kencleng masjid dan monster tahu sumedang yg pernah bertempur melawan ultramen 7. Di bandung sendiri kita punya siluman barista yg kebetulan sedang ikut rapat bareng kita (ardi).. Upss.

Jadi kapan nih jadinya?? Untuk satu pertanyaan ini, gue yg egois untuk menentukan kapan waktunya karna padatnya jadwal kerja, kerja, kerja, kuliah, tidur, syuting (kalau bener) dan kegiatan lainya seperti membasmi para siluman meliah nacur yg menghancurkan anak bangsa dengan racun MLM nya (MLM : Metode Lemah Man).

Pertanyaan demi pertanyaan bak tanya jawab latihan ujian nasional Sampai dengan pertanyaan baku yang udah ngabisin 5000 roll film seperti"Tempatnya serem gak nih..??"
Thomas selalu menjadi mas anangnya kalau di indonseian odol. Sampai dengan jawaban dan pertanyaan gila yg sering terlontar dari Juara dunia Dotta Allstar ini. Satu pertanyaan dan pembicaraan yg gak habis gue fikir adalah ketika tomas berkata :
"Setan itu kan doyan banget gangguin orang, tapi kenapa gitu ya setan itu gak pernah gangguin binatang, kayak burung!!!"
Sungguh super sekali pertanyaanya. Gue ngakak sampe nangis denger omongan si tomas. Dia itu terlalu kritis. Saking kritisnya ya jadi seperti itu.
Tapi gue jadi penasaran, gue juga seumur idup belom pernah liat ada burung yang kerasukan setan. ada nggak ya?

Berbeda dengan ide dek Ardi Restu yang berencana untuk membawa team Mototrail nya untuk meng'cover perjalanan kita mendaki, dan bercamping di satu kawasan di atas gunung yang siangnya di pakai track untuk para mototrail "OMG, please deh u neee, kita mau camping, kita mau mendaki gunung dan bukan mau ngojek ke gunung, macam ojeg pamengpeuk saja kau"
Lalu angga berkata dengan polosnya "oh jadi elu mau jadi ojegnya kita sampe ke atas gitu...???"

Sedangkan dea dalam rapat ini hanya sesekali menguap sambil khawatir bertemu sosok kuntilanak dengan rambut yg sudah di blowww. Tapi tenang dea, paling tidak kita gak berfikir ketemu kuntilanak yg berkonde. Entah jenis setan macam apa itu. Bisa jadi itu nenek gayung abis kelar mandi dan hendak pergi kondangan.

Sampai akhirnya kita punya tujuan yg pasti dan waktu yg tepat. Walaupun sebenernya gue nggak nyimak mau kemana :D ... Tapi yg penting sekarang kita punya rencana yang lebih matang.

Bagaikan Rencana Pembuatan terowongan yg menembus gunung, rencana kita dari 2012 sampai sekarang 2014 sedikit menemukan titik terang. Apa mungkin kita bakal jadi Camping, sepertinya nanti bakal gue ceritain lagi di post gue next time. Syukur-syukur gue ngepost cerita dan pengalaman camping kita nantinya. Atau mungkin nggak jadi lagi, itu udah biasa. Namanya juga anak muda. Palingan akhirnya nongkrong lagi di cafe sambil galau'in orang.
Sent from Andrastorm Lab

Baca [...]

Selamat Jalan Aisa Julia Maseti

Gue kenal Aisa Julia Maseti yang lebih akrab di panggil icha di dunia maya, gue searching blogger-blogger yg tinggal di kota bandung. Dari beberapa teman yg gue dapat, gue bisa kenal lebih deket sama si icha ini. Dari mulai perkenalan dari blog lalu ke facebook sampai ke messenger.

Aisa Julia Masheti adalah seorang blogger dan seorang penulis yang sangat berbakat. Aisa yg ramah, baik hati, dan aisa mahasiwi yg cerdas dan rajin.

Kami menulis bersama, berbagi cerita. hingga icha bisa menjadikan dirinya sebagai sosok sahabat yg sangat baik di dalam kehidupan gue. Kita berulang tahun di bulan yg sama, yaitu di bulan juli. Hanya berbeda beberapa hari. Gak aneh kalau saat bulan juli tiba kita sering merencanakan untuk merayakan hari ulang tahun bersama, walaupun moment itu tak pernah jadi.. Hehe. tapi buat gue itu kenangan yg gak bakal gue lupain.

Gue nggak akan pernah lupa, saat gue main ke kosanya saat itu. Kata-kata yg sampai saat ini gue inget adalah :

Icha :
"Bukan gitu juga ndra, mumpung kita masih di kasih
umur. Kita kan nggak tau besok bakal gimana. Kalau
ntar di tanya sama malaikat kubur 'hey andra, apa
kamu pernah ke ciwidey..' Kamu mau jawab apa coba."
(Dengan nada halus muka serius konyol dan ngegemesin).

itu kata-kata singgungan, becandaan yg bikin kami tertawa saat itu. Dan kenangan ini sempat gue tulis sebelumnya di blog gue ini sebelum icha meninggal, yang gue kasih judul "Power Ranger Merah kuning tapi Tidak Kelabu". Di dalamnya gue nulis tentang gue dan icha.

Beberapa waktu yg lalau, icha jatuh sakit. Gue hanya bisa tau kabar perkembangan kesehatan icha dari adiknya yg memegang ponsel icha. Beberapa kali gue menanyakan kabar icha sama adiknya, dan ternyata belum sembuh. Sampai kemarin malam saat gue akan menanyakan kembali kabarnya, gue nggak dapet balesan. Namun di statusnya tertulis move ke pin xxxxxxx. Gue invite pin bbm'nya yang baru. Berharap mungkin icha udah sembuh namun ganti hp. Dan esoknya (pagi ini) gue bbm ke pin icha yg baru. Hanya nama belakangnya yg bisa gue kenal "Maseti". Ternyata itu mungkin pin adiknya. Dan gue menanyakan kembali kabar icha.
Tapi memang umur itu tuhanlah yang menentukan. Adiknya menjawab kalau icha udah gak ada. Gue kaget dan hampir gak bisa berkata apa-apa. Gue sangat-sangat sedih dengan kepergian icha. Icha sahabat gue yg terbaik harus pergi secepat ini di usianya yg masih muda. Icha juga baru lulus di wisuda. Semangatnya untuk belajar bahkan mengalahkan gue yang sampai saat ini kuliah gue belum kelar-kelar.

Tapi gue iklas. Ini sudah jadi takdir dari yang maha kuasa. Semoga icha di terima di sisi Allah Swt, dan semoga amal ibadahnya di terima oleh Allah Swt. Amin.

Aisa, meninggal 3 Mei pada pukul 16:50.
Selamat Jalan Aisa Julia Maseti.
Kamu selalu menjadi Sahabat gue yang terbaik.


Sent from Andrastorm Lab

Baca [...]